Cinta, karya indah Sang Pencipta
Dimulakan di surga…
Dirasukkan dalam jiwa Adam dan Hawa
Lalu dianak-pinakkan ke setiap jiwa
Dengan kadar yang berbeda…
Suara merdu, untuk didengarkan
Panorama elok, untuk dilihatkan
Sedang cinta sejati, untuk dirasakan
Oleh hati yang murni
Bersih dari nafsu dan berahi....
Cinta tak lain sebuah prasasti
Yang terbangun di pinggir pantai prahara
Satu hal yang membuatnya kokoh berdiri
Ialah keteguhan hati tuk selalu setia..
Entah suka datang menghiasi hari
Atau duka yang menghampiri
Cinta adalah berbagi
Karena sungguh !
Meski disemayamkan dalam dua raga
Sepasang kekasih hanya punya satu hati....
Rendahnya keangkuhan hati
Lambungkan makna cinta hakiki
Laksana lentingan…
Makin panjang ditarik ke kiri
Makin jauh batu terbang ke kanan...
Cinta…
Nama lain dari keteguhan hati
Tuk selalu letakkan hati kekasih diatas
Demi sebuah pelayaran yang diretas
Menuju pulau kebahagiaan
Tuesday, 12 January 2010
Mutiara Hati
Jangan pernah hadirkan cinta dengan paksa
Karena ia laksana benih tanaman
Hanya akan tumbuh pada tanah pilihan
Maka taburkanlah benih cinta di ladang kesucian jiwa
Lalu siramlah dengan air kasih sayang
Agar tumbuh dan mekar ceria
Kelembutan cinta
Usap jiwa pecinta dari setiap peluh
Seka tetes-tetes kesedihan yang melahirkan keluh
Lalu membawanya ke tempat teduh
Jauh dari bising prahara dan nestapa
Cinta begitu indah hiasi taman hati
Seperti tulip, mawar dan melati
Perindah kebun dengan irama harmoni
Harmoni sukacita, gembira dan bahagia
Yang mengunjungi nurani silih berganti
Takkan pernah meyakinkan
Cinta diungkapkan dengan lisan
Sebab cinta adalah bunga-bunga perasaan
Hanya sikap yang berhak menjelaskan
Disebut cinta…
Jika tangismu lebih keras dari kekasih
Ketika jiwanya diterjang sedih
Cinta merupakan percikan Rahmat dari Sang Pencipta
Dianugerahkan pada setiap insan yang jernih hatinya
Layaknya telaga...
Hingga hati kekasih mampu bercermin diatasnya
Karena ia laksana benih tanaman
Hanya akan tumbuh pada tanah pilihan
Maka taburkanlah benih cinta di ladang kesucian jiwa
Lalu siramlah dengan air kasih sayang
Agar tumbuh dan mekar ceria
Kelembutan cinta
Usap jiwa pecinta dari setiap peluh
Seka tetes-tetes kesedihan yang melahirkan keluh
Lalu membawanya ke tempat teduh
Jauh dari bising prahara dan nestapa
Cinta begitu indah hiasi taman hati
Seperti tulip, mawar dan melati
Perindah kebun dengan irama harmoni
Harmoni sukacita, gembira dan bahagia
Yang mengunjungi nurani silih berganti
Takkan pernah meyakinkan
Cinta diungkapkan dengan lisan
Sebab cinta adalah bunga-bunga perasaan
Hanya sikap yang berhak menjelaskan
Disebut cinta…
Jika tangismu lebih keras dari kekasih
Ketika jiwanya diterjang sedih
Cinta merupakan percikan Rahmat dari Sang Pencipta
Dianugerahkan pada setiap insan yang jernih hatinya
Layaknya telaga...
Hingga hati kekasih mampu bercermin diatasnya
Saturday, 2 January 2010
SANG PEMBELAJAR di TAHUN 2010
Langkahku terhenti di negeri sakura…
Ku berdiri menghadang terpaan sinar sang surya pagi, mataku berkaca melindungi bola mataku dari panasnya sinar surya , sesekali ku kedipkan mataku tak tahan menahan panas. Ku tundukkan kepalaku, sepoi angin di awal musim dingin menerpa sekujur tubuhku. Aliran darahku terasa berhenti, jemari kaki dan tanganku kaku dan sakit tersengat rasa dingin di negeri sakura. Dedaunan mulai berguguran, pohon sakurapun tinggal batangnya, matahri mulai meninggi. Kusandarkan tubuh ini sembari meneguk mocha teh asli negri sakura, aromanya begitu khas terasa mengaliri tenggorokanku dan rasa hangatnya terhenti di dada. Di sini aku mengulang ingatanku akan dimasa kecilku, aku dilahirkan di sebuah tempat yang amat terpencil dari jangkauan orang-orang sebagian di negriku,
Di tengah malam yang buta, aku terbangun dari tidurku, malam ini adalah malam yang tepat untuk melaut mencari kerang untuk di jual dan sebagiannya untuk dimakan, aku mengambil peralatanku, kuberlari turun dari rumah, dan mengejar rombongan pelaut lainnya, di malam yang masih gelap gulita, aku berlari di jalan setapak yang masih berbatu, sesekali kakiku tersandung tak kuhiraukan. Kuberlari sekencang mungkin sambil berteriak memanggil rombongan itu, dari kejauhan terdengar sahutan, aku mendekati dan akhirnya aku sampai dan bergabung dengan rombongan yang lainnya, perjalanannya cukup jauh dan melelahkan, angin semilir menusuk tubuh kecilku, sambil menuruni tebing, kulilit sarungku di leher dan kami mulai menyebrangi sungai yang terkenal ada buayanya. Aku mempercepat dan berenang masuk di antara rombongan yang lain, heheh..takkuuttt!!!
Sensor cerita, akhirnya aku dan bersama rombongan yang lain di pinggir laut, satu persatu mulai memasuki laut, dinginnya air laut tak menyurutkan niatku,
Tak terasa sang fajar pagi mulai menyapa kami dengan cahaya indahnya dari arah timur mengintip di antara gunung, tapi hasil lautku belum terlalu banyak, sudah berapa kali aku menyelam ke dasar laut mengais Lumpur di dasar laut mencari kerang. Hari semakin panas, matahari mulai tinggi, aku pun beristiraht bersama pencari kerang lainnya, aku duduk di samping pak tua, umurnya sekitar 60an tapi masih kuat untuk menyelam dan mencari kerang, karena dengan salah satu cara ini, kami bertahan untuk hidup. Sambil membuka bekal nasi yang aku bawa dari rumah, tiba-tiba aku diajak ngobrol sama pak tua itu,
“nak…kenapa gak sekolah?” pak tua bertanya.
“hari ini hari minggu pak, jadi sekolah diliburkan”jawabku.
Kamipun makan dengan bekal masing-masing, aku makan dengan lahap sekali, nasiku ditemani beberapa ekor ikan teri yang disisakan bapakku untuk bekalnya di sawah. Walaupun lauknya sederhana, tapi terasa nikmat sekali. Kemudian pak tua tadi melanjutkan pembicaraanya.
“nak, setelah selesai sekolah kamu ingin jadi apa?”tanyanya.
“aku ingin seperti bapak, pintar melaut, dan kuat menyelam”sahutku
Sambil tertawa dan memegang pundakku dia berkata
“nak, kalau mau jadi seperti bapak, gak usah sekolah tinggi-tinggi, bahkan tanpa sekolah sekalipun kamu bisa seperti bapak, asal kamu terbiasa dengan apa yang seperti bapak lakukan” suaranya terhenti karena ada sesuatu yang nyelip di antara giginya, dan aku perhatikan, beberapa giginya udah gugur menjalankn tugasnya untuk mengunyah, kemudian ia melanjutkan.
“nak…justru orang tuamu menyekolahkan kamu agar tidak seperti kami, dan jauh lebih baik, tanpa harus ke sawah dan ke laut”
Aku terdiam dan otakku mulai loading, dengan kalimat bodoh aku bertanya kepada pak tua itu.
“pak, setelah sekolah saya akan menjadi apa?”tanyaku…
“wkwkwk…apapun yang kamu inginkan ada dalam pkiran kamu” jawabnya sambil tertawa, giginya terlihat lucu karena tidak bertetangga.heheh..!!!
“aku pengen jadi orang yang di banggakan orang tua dan membahagiakan mereka pak, tapi sampai sekarang aku masih begini” sahutku sambil tertunduk
“nak,..memang itu yang di harapkan orang tua, tapi semuanya butuh waktu dan proses, apapun yang kamu jalanin sekarang itu adalah bagian dari proses”kata pak tua..
Tak terasa makanan pun habis dan kurebahkan badanku di atas dedaunan kering di tepi rawa. Pak tua menghampiriku, sembari menggulung daun rotan berisi segumpal tembakau kering untuk di jadikan rokok dan berkata padaku.
“nak,…jikalau sudah besar, cobalah tengok kampong disebelah gunung sana, mungkin kamu akan bisa menemukan dan mendapat apa yang kamu cita-citakan” sambil menunjuk gunung yang jauh dan tinggi di sana. Aku langsung terbangun, dan berkata
“aku udah pernah ke sana pak, tapi tidak ada apa-apa, yang ada hanya laut yang terhampar luas tidak bertepi” kataku
“nak…kalau ingin mendapatkan madu, maka carilah disarangnya, jangan sekali-kali untuk menangkap lebahnya untuk kau dapatkan madunya, kalau tidak, kamu akan tersengat dengan rasa yang teramat sakit” kata pak tua.
Aku berpikir sejenak, dan kembali bertanya…
“aku gak ngerti pak” tanyaku
“carilah ilmunya dulu agar kamu bisa mendapatkan apa yang kamu citakan, karena itu adalah sumber dari segalanya”jawabnya.
Aku mengangguk walau sedikit belum paham apa yang di maksud pak tua.
Kemudian pak tua melanjutkan.
“kerjakan dulu apa tugasmu sebagai anak, biar orang tua yang mencarikan nafkah untuk kamu, mulai besok aku tidak mau melihat kamu melaut seperti ini lagi” katanya sambil menghisap rokoknya dan terlihat kepulan asap menutupi wajahnya.
Sensor waktu, tak terasa aku sudah beranjak dewasa dan dapat menyelesaikan sekolah menengah atas sampai selesai, dengan bekal restu orang tua serta iman di dada, ku melangkah meninggalkan kampung tercinta, ku ingin membuktikan kata pak tua ada apa diseberang sana. Laut ku sebrangi,pulau-pulau ku lewati, hari berganti hari, tahun silih bertambah, aroma kampungku tak tercium lagi,tapi aku belum dapat dan menemukan sumber yang pak tua pernah ucapkan dulu, tapi telapak kakiku terasa masih ingin mengajakku menapaki bumi ini untuk mencari sumber itu….
Hari ini tanggal 1 januari 2010, aku hentikan kakiku sementara, tepat diatas negeri sakura, aku berdiri menghadap kiblat, sembari mengangkat kedua telapak tanganku, memohon kepada Rabbku sang Maha Pemilik sumber segala-galanya…
Ya Rabb…berikan kesempatan umur hamba-Mu ini untuk meraih anugerah Ilmu yang Engkau miliki.
Ku berdiri menghadang terpaan sinar sang surya pagi, mataku berkaca melindungi bola mataku dari panasnya sinar surya , sesekali ku kedipkan mataku tak tahan menahan panas. Ku tundukkan kepalaku, sepoi angin di awal musim dingin menerpa sekujur tubuhku. Aliran darahku terasa berhenti, jemari kaki dan tanganku kaku dan sakit tersengat rasa dingin di negeri sakura. Dedaunan mulai berguguran, pohon sakurapun tinggal batangnya, matahri mulai meninggi. Kusandarkan tubuh ini sembari meneguk mocha teh asli negri sakura, aromanya begitu khas terasa mengaliri tenggorokanku dan rasa hangatnya terhenti di dada. Di sini aku mengulang ingatanku akan dimasa kecilku, aku dilahirkan di sebuah tempat yang amat terpencil dari jangkauan orang-orang sebagian di negriku,
Di tengah malam yang buta, aku terbangun dari tidurku, malam ini adalah malam yang tepat untuk melaut mencari kerang untuk di jual dan sebagiannya untuk dimakan, aku mengambil peralatanku, kuberlari turun dari rumah, dan mengejar rombongan pelaut lainnya, di malam yang masih gelap gulita, aku berlari di jalan setapak yang masih berbatu, sesekali kakiku tersandung tak kuhiraukan. Kuberlari sekencang mungkin sambil berteriak memanggil rombongan itu, dari kejauhan terdengar sahutan, aku mendekati dan akhirnya aku sampai dan bergabung dengan rombongan yang lainnya, perjalanannya cukup jauh dan melelahkan, angin semilir menusuk tubuh kecilku, sambil menuruni tebing, kulilit sarungku di leher dan kami mulai menyebrangi sungai yang terkenal ada buayanya. Aku mempercepat dan berenang masuk di antara rombongan yang lain, heheh..takkuuttt!!!
Sensor cerita, akhirnya aku dan bersama rombongan yang lain di pinggir laut, satu persatu mulai memasuki laut, dinginnya air laut tak menyurutkan niatku,
Tak terasa sang fajar pagi mulai menyapa kami dengan cahaya indahnya dari arah timur mengintip di antara gunung, tapi hasil lautku belum terlalu banyak, sudah berapa kali aku menyelam ke dasar laut mengais Lumpur di dasar laut mencari kerang. Hari semakin panas, matahari mulai tinggi, aku pun beristiraht bersama pencari kerang lainnya, aku duduk di samping pak tua, umurnya sekitar 60an tapi masih kuat untuk menyelam dan mencari kerang, karena dengan salah satu cara ini, kami bertahan untuk hidup. Sambil membuka bekal nasi yang aku bawa dari rumah, tiba-tiba aku diajak ngobrol sama pak tua itu,
“nak…kenapa gak sekolah?” pak tua bertanya.
“hari ini hari minggu pak, jadi sekolah diliburkan”jawabku.
Kamipun makan dengan bekal masing-masing, aku makan dengan lahap sekali, nasiku ditemani beberapa ekor ikan teri yang disisakan bapakku untuk bekalnya di sawah. Walaupun lauknya sederhana, tapi terasa nikmat sekali. Kemudian pak tua tadi melanjutkan pembicaraanya.
“nak, setelah selesai sekolah kamu ingin jadi apa?”tanyanya.
“aku ingin seperti bapak, pintar melaut, dan kuat menyelam”sahutku
Sambil tertawa dan memegang pundakku dia berkata
“nak, kalau mau jadi seperti bapak, gak usah sekolah tinggi-tinggi, bahkan tanpa sekolah sekalipun kamu bisa seperti bapak, asal kamu terbiasa dengan apa yang seperti bapak lakukan” suaranya terhenti karena ada sesuatu yang nyelip di antara giginya, dan aku perhatikan, beberapa giginya udah gugur menjalankn tugasnya untuk mengunyah, kemudian ia melanjutkan.
“nak…justru orang tuamu menyekolahkan kamu agar tidak seperti kami, dan jauh lebih baik, tanpa harus ke sawah dan ke laut”
Aku terdiam dan otakku mulai loading, dengan kalimat bodoh aku bertanya kepada pak tua itu.
“pak, setelah sekolah saya akan menjadi apa?”tanyaku…
“wkwkwk…apapun yang kamu inginkan ada dalam pkiran kamu” jawabnya sambil tertawa, giginya terlihat lucu karena tidak bertetangga.heheh..!!!
“aku pengen jadi orang yang di banggakan orang tua dan membahagiakan mereka pak, tapi sampai sekarang aku masih begini” sahutku sambil tertunduk
“nak,..memang itu yang di harapkan orang tua, tapi semuanya butuh waktu dan proses, apapun yang kamu jalanin sekarang itu adalah bagian dari proses”kata pak tua..
Tak terasa makanan pun habis dan kurebahkan badanku di atas dedaunan kering di tepi rawa. Pak tua menghampiriku, sembari menggulung daun rotan berisi segumpal tembakau kering untuk di jadikan rokok dan berkata padaku.
“nak,…jikalau sudah besar, cobalah tengok kampong disebelah gunung sana, mungkin kamu akan bisa menemukan dan mendapat apa yang kamu cita-citakan” sambil menunjuk gunung yang jauh dan tinggi di sana. Aku langsung terbangun, dan berkata
“aku udah pernah ke sana pak, tapi tidak ada apa-apa, yang ada hanya laut yang terhampar luas tidak bertepi” kataku
“nak…kalau ingin mendapatkan madu, maka carilah disarangnya, jangan sekali-kali untuk menangkap lebahnya untuk kau dapatkan madunya, kalau tidak, kamu akan tersengat dengan rasa yang teramat sakit” kata pak tua.
Aku berpikir sejenak, dan kembali bertanya…
“aku gak ngerti pak” tanyaku
“carilah ilmunya dulu agar kamu bisa mendapatkan apa yang kamu citakan, karena itu adalah sumber dari segalanya”jawabnya.
Aku mengangguk walau sedikit belum paham apa yang di maksud pak tua.
Kemudian pak tua melanjutkan.
“kerjakan dulu apa tugasmu sebagai anak, biar orang tua yang mencarikan nafkah untuk kamu, mulai besok aku tidak mau melihat kamu melaut seperti ini lagi” katanya sambil menghisap rokoknya dan terlihat kepulan asap menutupi wajahnya.
Sensor waktu, tak terasa aku sudah beranjak dewasa dan dapat menyelesaikan sekolah menengah atas sampai selesai, dengan bekal restu orang tua serta iman di dada, ku melangkah meninggalkan kampung tercinta, ku ingin membuktikan kata pak tua ada apa diseberang sana. Laut ku sebrangi,pulau-pulau ku lewati, hari berganti hari, tahun silih bertambah, aroma kampungku tak tercium lagi,tapi aku belum dapat dan menemukan sumber yang pak tua pernah ucapkan dulu, tapi telapak kakiku terasa masih ingin mengajakku menapaki bumi ini untuk mencari sumber itu….
Hari ini tanggal 1 januari 2010, aku hentikan kakiku sementara, tepat diatas negeri sakura, aku berdiri menghadap kiblat, sembari mengangkat kedua telapak tanganku, memohon kepada Rabbku sang Maha Pemilik sumber segala-galanya…
Ya Rabb…berikan kesempatan umur hamba-Mu ini untuk meraih anugerah Ilmu yang Engkau miliki.
Wednesday, 16 September 2009
Beda nasib antara uang pecahan 1K & 100K
Pagi yang indah di salah satu hari-hari penuh berkah di bulan Ramadhan. Sepotong imel mendarat di PC saya, berkisah tentang perjalanan potongan uang seribuan dan seratus ribuan. Saya pikir cuma cerita lucu biasa, yang sering dikirim teman-teman saya untuk menunggu waktu berbuka. Namun ternyata - walau cukup lucu - ada hikmah yang dalam dari cerita tersebut. Enggak asal melucu.
Berikut ini ceritanya:
Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke.
Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn. .......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan...... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ..... Ada apa denganmu?" Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam.
Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke 'baluang' (pren : tau kan baluang...?) Inang-inang.
Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......"
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum.
Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm...dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.
Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. "
Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
"Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!"
"Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.
"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana....."
.
Tuesday, 15 September 2009
Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) Adalah Muslim (Ulama)
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu
dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong
Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun
siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri
legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China
oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya
mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga
supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari
keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan
dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga
merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila
di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu
pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok
(wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po
Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang
ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu
beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari
Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari
diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik
beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim
membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah
dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat
menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya
berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya
pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien
yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang
bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu
tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah
melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang korup dan penindas. Dinasti
Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang
memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya
Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama
Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada
Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah
yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei
Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.
Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan
andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung
Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa
pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir
mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria
(sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch'in
tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia,
Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya
akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru
pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah
menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil
mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin
sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat
taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus
Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung
juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton
pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri
bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil
menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan
kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin
yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai
cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian
dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena
istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya
wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia
bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan
juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan
hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada
kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat
Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan
pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela
kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas
orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian
yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum
yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu
pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati
Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan
semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim
yang hidup setelahnya. Amiin.
BOCAH MISTERIUS
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.
Ia menggoda teman sebayanya, remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua.
Sangat menyebalkan, anak itu menggoda dgn berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yg tampak coklat menyala.
Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dgn tetesan air dan butiran-butiran es yg melekat diplastik es tersebut. Ini terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus.Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yg melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, krn kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Sangat menyebalkan, anak itu menggoda dgn berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yg tampak coklat menyala.
Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dgn tetesan air dan butiran-butiran es yg melekat diplastik es tersebut. Ini terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus.Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yg melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, krn kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.
Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mrk tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.
Pernah ada yg melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yg menyeramkan. Membuat mundur semua orang yg akan melarangnya.
*****************************************************************
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu, yg setiap bakda zuhur akan muncul secara misterius.
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu, yg setiap bakda zuhur akan muncul secara misterius.
Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dgn menyeruput es kelapa itu.
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah melotot!
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah melotot!
Luqman membaca doa, lantas menangkap lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya, kuatir bocah itu bocah jadi-jadian
Bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dgn tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yg melihatnya.
"Kenapa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
"Maaf ya, itu krn kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dgn halus, "Bukankah seharusnya kamu jg berpuasa? Bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dgn tingkahmu itu.."
Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.
"Itu kan yg kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yg lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yg lebih sering melupakan kami yg kelaparan, dgn menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yg selalu tertawa dan melupakan kami yg sedang menangis?
Bukankah kalian yg selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yg mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Lumayan 1 orang miskin mati lg.. makin bersih dunia ini ?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian utk menahan lapar dan haus? Ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...!?"
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman utk menyela. Namun, tiba2 suara bocah itu berubah. Kalo tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan bulan puasa, tp memang tak ada makanan yg bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yg menyakiti perasaan kami dgn berpakaian yg luar biasa mewahnya dan mempersiapkan makanan yg luar biasa banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yg menyakiti perasaan kami dgn berpakaian yg luar biasa mewahnya dan mempersiapkan makanan yg luar biasa banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?
Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yg seadanya pula.
Tuan.., kalianlah yg melupakan kami, kalianlah yg menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yg telah saya lakukan adalah yg kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...!
Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?
***************************************************************************
Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yg dibuatnya terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yg bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.
Ditengah deru nafasnya yg memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yg menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Pertemuan itu menjadi pertemuan yg terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yg memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yg berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.
Sunday, 6 September 2009
Cowo'' di mata cewe'' (lelucon!!)
Kalo Cowok Ganteng pendiam, Cewek-Cewek Bilang: Wow, cool banget!
Kalo Cowok Jelek pendiam, Cewek-Cewek Bilang: Ih kuper...
Kalo Cowok Ganteng begaya gaul, Cewek-Cewek Bilang: Funky bo...
Kalo Cowok Jelek begaya gaul, Cewek-Cewek Bilang: Ih norak...
Kalo Cowok Ganteng jomblo, Cewek-Cewek Bilang: Pasti dia perfeksionis
Kalo Cowok Jelek jomblo, Cewek-Cewek Bilang: Sudah jelas... kagak laku!
Kalo Cowok Ganteng jadi gay, Cewek-Cewek Bilang: Karena cowo2 juga
suka...
Kalo Cowok Jelek jadi gay, Cewek-Cewek Bilang: Karna cewe2 uda ga
berminat!
Kalo Cowok Ganteng ganti2 cewe, Cewek-Cewek Bilang: Wajar, khan
dikerubutin cewe2 cantik
Kalo Cowok Jelek ganti2 cewe, Cewek-Cewek Bilang: Pasti sering
diputusin cewenya!
Kalo Cowok Ganteng dpt cewe cantik, Cewek-Cewek Bilang: Klop... serasi
banget!
Kalo Cowok Jelek dpt cewe cantik ,Cewek-Cewek Bilang: Pasti main
dukun... atau cewenya matre
Kalo Cowok Ganteng ditolak cewe, Cewek-Cewek Bilang: Jangan sedih,
khan masi ada aku...
Kalo Cowok Jelek ditolak cewe, Cewek-Cewek Bilang: (Diam,tapi
telunjuknya me liuk2 dari atas kebwh)
Kalo Cowok Ganteng diputusin cewe, Cewek-Cewek Bilang: Rugi tuh
cewe... tapi rejeki buat cewe yg lain
Kali Cowok Jelek diputusin cewe, Cewek-Cewek Bilang: Akhirnya terbuka
juga mata hati cewe itu...
Kalo Cowok Ganteng digaet Tante-tante Girang, Cewek-Cewek Bilang:
Pinter juga tuh tante!
Kalo Cowok Jelek digaet Tante-tante Girang, Cewek-Cewek Bilang: Pasti
karena 'cucakrowo'nya..
Kalo Cowok Ganteng ngaku pacarnya Dian Sastro, Cewek-Cewek Bilang:
Percaya... masuk akal...
Kalo Cowok Jelek ngaku pacarnya Dian Sastro, Cewek-Cewek Bilang:
Tolong, beli kaca yang gede!!
Kalo Cowok Ganteng suka merawat wajah, Cewek-Cewek Bilang: Itu
memelihara asset namanya..
Kalo Cowok Jelek suka merawat wajah, Cewek-Cewek Bilang: Buang-buang
waktu aja...
Kalo Cowok Ganteng ngaku Indo campuran, Cewek-Cewek Bilang: Emang
mirip-mirip bule sih...
Kalo Cowok Jelek ngaku Indo campuran, Cewek-Cewek Bilang: Campuran
bemo sama becak, kali...
Kalo Cowok Ganteng penyayang binatang, Cewek-Cewek Bilang: Perasaannya
halus...penuh cinta kasih
Kalo Cowok Jelek penyayang binatang, Cewek-Cewek Bilang: Sesama
keluarga emang hrs saling menyayangi...
Kalo Cowok Ganteng gak selesai study, Cewek-Cewek Bilang: Jadi artis
aja...
Kalo Cowok Jelek gak selesai study, Cewek-Cewek Bilang: Mao jadi apa
lo?
Kalo Cowok Ganteng jadi atasan, Cewek-Cewek Bilang: Cocok...
tampangnya aja intelek
Kalo Cowok Jelek jadi atasan, Cewek-Cewek Bilang: Ga pantes, muka
jongos...
Setuju gak??
Kalo Cowok Jelek pendiam, Cewek-Cewek Bilang: Ih kuper...
Kalo Cowok Ganteng begaya gaul, Cewek-Cewek Bilang: Funky bo...
Kalo Cowok Jelek begaya gaul, Cewek-Cewek Bilang: Ih norak...
Kalo Cowok Ganteng jomblo, Cewek-Cewek Bilang: Pasti dia perfeksionis
Kalo Cowok Jelek jomblo, Cewek-Cewek Bilang: Sudah jelas... kagak laku!
Kalo Cowok Ganteng jadi gay, Cewek-Cewek Bilang: Karena cowo2 juga
suka...
Kalo Cowok Jelek jadi gay, Cewek-Cewek Bilang: Karna cewe2 uda ga
berminat!
Kalo Cowok Ganteng ganti2 cewe, Cewek-Cewek Bilang: Wajar, khan
dikerubutin cewe2 cantik
Kalo Cowok Jelek ganti2 cewe, Cewek-Cewek Bilang: Pasti sering
diputusin cewenya!
Kalo Cowok Ganteng dpt cewe cantik, Cewek-Cewek Bilang: Klop... serasi
banget!
Kalo Cowok Jelek dpt cewe cantik ,Cewek-Cewek Bilang: Pasti main
dukun... atau cewenya matre
Kalo Cowok Ganteng ditolak cewe, Cewek-Cewek Bilang: Jangan sedih,
khan masi ada aku...
Kalo Cowok Jelek ditolak cewe, Cewek-Cewek Bilang: (Diam,tapi
telunjuknya me liuk2 dari atas kebwh)
Kalo Cowok Ganteng diputusin cewe, Cewek-Cewek Bilang: Rugi tuh
cewe... tapi rejeki buat cewe yg lain
Kali Cowok Jelek diputusin cewe, Cewek-Cewek Bilang: Akhirnya terbuka
juga mata hati cewe itu...
Kalo Cowok Ganteng digaet Tante-tante Girang, Cewek-Cewek Bilang:
Pinter juga tuh tante!
Kalo Cowok Jelek digaet Tante-tante Girang, Cewek-Cewek Bilang: Pasti
karena 'cucakrowo'nya..
Kalo Cowok Ganteng ngaku pacarnya Dian Sastro, Cewek-Cewek Bilang:
Percaya... masuk akal...
Kalo Cowok Jelek ngaku pacarnya Dian Sastro, Cewek-Cewek Bilang:
Tolong, beli kaca yang gede!!
Kalo Cowok Ganteng suka merawat wajah, Cewek-Cewek Bilang: Itu
memelihara asset namanya..
Kalo Cowok Jelek suka merawat wajah, Cewek-Cewek Bilang: Buang-buang
waktu aja...
Kalo Cowok Ganteng ngaku Indo campuran, Cewek-Cewek Bilang: Emang
mirip-mirip bule sih...
Kalo Cowok Jelek ngaku Indo campuran, Cewek-Cewek Bilang: Campuran
bemo sama becak, kali...
Kalo Cowok Ganteng penyayang binatang, Cewek-Cewek Bilang: Perasaannya
halus...penuh cinta kasih
Kalo Cowok Jelek penyayang binatang, Cewek-Cewek Bilang: Sesama
keluarga emang hrs saling menyayangi...
Kalo Cowok Ganteng gak selesai study, Cewek-Cewek Bilang: Jadi artis
aja...
Kalo Cowok Jelek gak selesai study, Cewek-Cewek Bilang: Mao jadi apa
lo?
Kalo Cowok Ganteng jadi atasan, Cewek-Cewek Bilang: Cocok...
tampangnya aja intelek
Kalo Cowok Jelek jadi atasan, Cewek-Cewek Bilang: Ga pantes, muka
jongos...
Setuju gak??
Subscribe to:
Comments (Atom)